Tuesday, 4 November 2014

Puisi Sepi.




Malam sepisembunyi gusar hati
Di celah helaan nafas yang terhenti
Kecai-kecai tangis sunyi
Sampai waktu binasa kembali.

Rasa yang tertangguh
Raga yang terbunuh.

Jalan-lari-terbang tinggi
Pusing langit sampai mati
Kutip semangat yang hilang pergi
Diri ingin bertemu Sang Ilahi.

Hati,
Apa lagi yang kaudustakan?
Inikah selama ini yang kauinginkan?
Sunyi sepi dari Tuhan.
Sendirian.

-Nazratul Wahidah
4.11.2014

Semoga Allah Redha

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...