Saturday, 28 March 2015

Anak tangga.



Meninggalkan masa lalu.

Ada manusia yang hidup dalam kepura-puraan , senang dalam angan-angannya yang sudah jadi kenangan. Kakinya melangkah tetapi mata dan kepala masih lagi menoleh ke belakang.

Gelap akan  berganti terang, terang akan disusul gelap. Apa bezanya?
Kalau kehidupan manusia selalu berputar dan berputar lalu sejarah akan terus berulang, apa bezanya masa lalu dengan masa hadapan?
Hakikatnya kehidupan memang berputar. Boleh jadi sahaja sejarah akan berulang. Tapi dunia ini punya akhir. Kehidupan ada batasnya. Sampai waktu, yang terbatas ini diminta pertanggungjawaban.

Sesungguhnya saat ini adalah waktunya beramal dan tidak ada perhitungan, adapun kita di akhirat adalah saatnya perhitungan dan tidak ada waktu untuk beramal.  -Saidina Ali

Dalam keterbatasan waktu beramal ini, tidakkah begitu menyedihkan bila hanya kita isi dengan keluhan dan ratapan? Bukankah leher akan sakit jika asyik menoleh ke belakang?

Jadi, tatap masa hadapan dan melangkahlah!

Sebab masa lalu takkan ke mana-mana, kita lah yang akan berganjak pergi meninggalkannya.
Masa lalu macam anak tangga.

Dan anak tangga ada untuk dipijak lalu kita tinggalkan begitu sahaja, bukan untuk dihuni lama-lama.

Semoga Allah Redha

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...